Minggu, 16 November 2014

DAMPAK PERSITIWA POLITIK TERHADAP NILAI KURS



Penguatan dolar di tengah kekhawatiran investor mengenai pertumbuhan ekonomi global kembali menjadi tekanan bagi rupiah. Setelah terus berfluktuasi sepanjang pekan, nilai tukar rupiah akhirnya kembali melemah. Presiden terpilih Jokowi akhirnya bertemu dengan mantan rivalnya saat Pilpres 2014 Prabowo Subianto. Sebelum bertemu Prabowo, Jokowi juga telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Namun pertemuan tersebut juga ternyata tak mampu mendongkrak nilai tukar rupiah.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), Jumat (17/10/2014), menunjukkan nilai tukar rupiah berada di level 12.222 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan rupiah terkoreksi 15 poin dari perdagangan sebelumnya di level 12.207 per dolar AS. Sementara data valuta asing (valas) Bloomberg, justru mencatat nilai tukar rupiah menguat tipis. Meski begitu, nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya di level 12.260 per dolar AS. Hingga menjelang siang, nilai tukar rupiah masih bertengger di kisaran 12.217 hingga 12.240 per dolar AS. Mengacu pada penelusuran Bloomberg, 24 mata uang di negara.

Pergerakan nilai tukar rupiah beberapa waktu belakangan terpantau melemah. Kondisi politik dalam negeri menjadi pemicu pelemahan tersebut. Faktor politik domestik yang terus memanas menjadi satu-satunya alasan yang tersisa untuk rupiah tetap melemah. Namun demikian, rupiah dapat bergerak menguat pada hari ini. Hari ini pelemahan rupiah berpeluang terhenti dengan turunnya dolar index serta langkah Presiden menerbitkan Perpu Pilkada, ungkap tim Samuel Sekuritas . Seperti diketahui, rupiah melemah lagi hingga kemarin sore walaupun mayoritas mata uang Asia menguat. Adapun pelemahan dolar index hingga dini hari tadi akibat data factory orders AS yang jatuh cukup dalam. Walaupun mayoritas data ekonomi Zona Euro memburuk sebulan terakhir, ECB bergeming untuk mengeluarkan stimulus tambahan.

Sekadar informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan transaksi Kamis (1/10/2014) sore terpantau stagnan. Data Bloomberg mencatat rupiah ditutup di level Rp12.150 per USD. Sementara data Yahoo Finance mencatat nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup di level Rp12.133 per USD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar