Selasa, 13 November 2012

Teori Manajemen Modern

Teori Manajemen Modern

Teori manajemen berkembang melalui dua jalur yaitu pengembangan aliran perilaku dan aliran kuantitaif .

1. Aliran Perilaku
Dengan menggunakan ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, psikologi, antropologi, dan dengan metode penelitian yang lebih sempurna, para peneliti ini lebih dikenal dengan sebutan “behavior scientist” daripada “human relations theorists”. Para peneliti yang terkenal diantaranya adalah Argyris, Maslow, dan Mc. Gregor .

Prinsip Dasar Perilaku Organisasi :
- Manjemen tidak dipandang sebagai suatu proses teknik
- Manajemen  harus sistematik dan pendekatan yang digunakan secara hati-hati
- Organisasi sebagai suatu keseluruhan  dan pendekatan manajer perorangan dalam              
   pengawasan yang sesuai dengan situasi
- Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen para pekerja terhadap suatu tujuan  
  organisasi

Sumbangan Aliran Perilaku Organisasi

Sumbangan para ilmuwan perilaku ini memunculkan berbagai konsep yang lebih maju seperti kepemimpinan, penyelesaina perselisihan, cara mendapatkan dan memanfaatkan kekuasaan, perubahan organisasi, dan konsep komunikasi.

Keterbatasan Aliran Perilaku Organisasi

Banyak para ahli berpendapat potensi teori ini belum dikembangkan lebih lanjut karena banyak kritikan terhadap aliran ini serta rekomendasi mereka sering berbeda satu ahli dengan ahli lainnya, sehingga manajer mengalami kesulitan dalam memilih pendapat yang terbaik.

2. Aliran Kuantitatif

Aliran kuantitatif berkembang sejak Perang Dunia II yang pada waktu itu Inggris ingin memecahkan beberapa permasalahn kompleks dalam peperangan. Inggris kemudian membentuk Team Riset Operasi, yang dipimpin oleh P.M.S Blackett. Amerika Serikat pun membentuk team riset operasi seperti yang dibentuk Inggris. Setelah perang selesai, model-model dari riset operasi tersebut kemudian diaplikasikan ke industri. Namun industri mengalami perkembangan pesat dalam permasalahan yang semakin kompleks. Permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan metode-metode konvensional. Model riset operasi diperlukan saat ini sepeti CPM (Critical Path Method) yang digunakan untuk merencanakan sebuah proyek, teori antrian untuk memecahkan permasalahan antrian.

Sumbangan Aliran Kuantitatif

Para ahli aliran kuantitatif memberikan sumbangan terpenting dalam perencanaan dan pengendalian. Model-model yang dikembangkan sangat sesuai dengan fungsi tersebut. Misalnya model CPM bermanfaat untuk perencanaan dan pengendalian proyek. Pendekatan tersebut juga membantu memahami permasalahan manajemen yang kompleks.
Keterbatasan Aliran Kuantitatif

Model kuantitatif banyak menggunakan model atau simbol yang sulit dimengerti oleh kebanyakan orang, termasuk manajer. Pendekatan kuantitatif juga tidak melihat permasalahan perilaku dan psikologi manusia dalam organisasi. Namun potensi model kunatitatif belum dikembangkan sepenuhnya. Apabila dapat dikembangkan lebih lanjut, pendekatan kuantitatif dapat memberikan sumbangan yang lebih berarti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Poskan Komentar